Kamis, 22 April 2021

manajemen kelas

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarrakatuh 

Alhamdulillah Alhamdulillah Alhamdulillah 
Disini saya Lindri Lestari (11901199) akan mengetik bacaan saya yaitu tentang manajemen kelas yaitu :

Konsep Dasar Manajemen Kelas
Konsep-konsep Dasar Manajemen Kelas 
Menurut Arikunto dalam Djarmah (2010:175) pengelolaan itu dari kata “management” yang bisa berarti penyelenggaraan, pengorganisasian dan lain sebagainya. Sedangkan kelas itu menurut Hadari Nawawi dalam Djaramah (2010:176) yaitu sekelompok siswa pada waktu, kelas, mata pelajaran dan guru yang sama. Tapi jika kelas itu di artikan dalam pengertian umum dapat dibedakan menjadi  2 pandangan yaitu dari peserta didik yang mengikuti dan dari masyarakat sekolah/lingkungan sekolah itu sendiri. Rusydie (2011: 25) menyimpulkan pengertian manajemen kelas, antara lain:
Segala usaha yang dilakukan untuk mewujudkan terciptanya suasana belajar mengajar yang efektif dan menyenangkan yang dapat memotivasi peserta didik unuk dapat belajar dengan baik sesuai kemampuan mereka.
Usaha yang dilakukan secara sadar untuk mengatur agar proses belajar mengajar dapat berjalan secara sitematis. 
Proses seleksi dan penggunaan alat-alat yang tepat untuk mengatasi problem dan situasi kelas kurang efektif, sehingga proses belajar mengajar berjalan dengan baik dan tujuan kurikulum dapat tercapai.
Upaya untuk mendayagunakan potensi kelas yang bisa menunjung keberhasilan proses edukatif dan mendorong anak didik dalam merangsang agar belajar. Dan guru juga harus mampu mengelola situasi dan suasana kelas dengan sebaik-baiknya.
Keterampilan guru untuk menciptakan iklim pembelajaran yang kondusif dan mengendalikannya jika terjadi gangguan dalam pembelajaran.
Upaya mendayagunakan potensi kelas dengan baik, sehingga proses belajar mengajar dapat berlangsung baik dan cita-cita edukasi dapat tercapai.
Guru mampu mendayagunakan potensi yang ada didalam kelas yang berupa pemberian kesempatan yang luas kepada setiap personal peserta didik untuk melakukan kegiatan.
Suatu usaha yang dilakukan oleh penanggung jawab dalam kegian belajar menagajar dapat berjalan sebagaimana mestinya.
Jadi dapat kita simpulkan bahwa manajemen kelas itu upaya atau usaha dalam mengelola peserta didik yang ada di dalam kelas untuk menciptakan atau mempertahankan suasana kelas agar tetap kondusif bagi siswa maupun bagi lingkungan sekolah.
Tujuan Manajemen Kelas
Rusdina dan Elizar (2008: 10) berpendapat bahwa tujuan manajemen kelas dalam menciptakan suasana kelas yang menyenangkan dan kondusif bagi anak dalam melakukan sejumlah aktivitas yang dirancang bagi kepentingan pembelajaran melalui pendekatan sambil bermain. Pada umumnya manajemen kelas bertujuan meningkatkan efektifitas dan efisiensi dalam mencapainya. Menurut Arikunto (2004:7) tujuan manajemen kelas yaitu:
Mewujudkan situasi dan kondisi kelas baik sebagai lingkaran belajar maupun sebagai kelompok belajar, yang memungkinkan peserta didik untuk mengembangkan kemampuan semaksimal mungkin.
Menghilangkan berbagai hambatan yang dapat menghalangi terwujudnya interaksi pembelajaran.
Menyediakan dan mengatur fasilitas serta perabot belajar yang mendukung dan memungkinkan pesrta didik belajar sesuai dengan lingkungan sosial, emosional dan intelek siswa dalam belajar.
Membina dan membimbing peserta didik sesuai dengan latar belakang sosial, ekonomi, budaya, serta sifat-sifat individunya.
Jadi dapat disimpulkan bahwa tujuan dari manajemen kelas itu sendiri untuk meningkatkan efektifitas serta memaksimalkan waktu belajar demi pencapaian tujuan pembelajaran yang telah kondusif.
Pentingnya Manajemen Kelas
Rusydie (2011:61) mengemukakan 3 alasan mengapa manajemen kelas menjadi hal yang penting, yaitu :
Manajemen kelas merupakan faktor yang dapat menciptakan dan mempertahankan suasana serta kondisi keas agar selalu tampak efektif .
Dengan manajemen kelas yang baik, maka interaksi antara guru dengan peserta didik dapat terjalin dengan baik.
Kelas juga menjadi tempat dimana kurikulum dimana pendidikan dengan segala komponennya, materi dengan sumber pelajarannya, serta segala pokok bahasan mengenai materi itu di ajarkan dan ditelaah ulang di dalam kelas. 
Tugas seorang guru tidak hanya sebagai pendidik akan tetapi seorang guru memiliki tugas-tugas pokok, seperti peters dalam Sujdana (2011: 15) yang mengemukakan tugas dan tanggung jawab guru yakni ;
Guru sebagai pengajar
Guru sebagai pembimbing
Guru sebagai administrator kelas.

Sifat-sifat Manajemen Kelas
Adapun sifat-sifat, manajemen kelas menurut Arikunto (2004) yaitu:
Otoritatif
Permisif
Behavioral
Sosia-emosional
Sosial

Fungsi Manajemen Kelas
Menurut pendapat Danim (2002:173) fungsi manajemen kelas yaitu sebagai berikut:
Member dan melengkapi fasilitas untuk segala macam tugas seperti; membantu pembentukan kelompok dalam pembagian tugas, membantu pembentukan kelompok, membantu kerjasama dalam menemukan tujuan-tujuan organisasi, membantu individu agar dapat bekerjasama dengan kelompok atau kelas, membantu prosedur kerja, merubah kondisi kelas.
Memelihara agar tugas-tugas itu dapat berjalan lancar. Selain itu fungsi dari pengelolaan kelas sendiri sebenarnya merupakan penerapan fungsi-fungsi pengelolaan yang di aplikasikan di dalam kelas oleh guru untuk mendukung tujuan belajar yang hendak dicspsinya. 
Dalam pelaksanaannya fungsi amanjemen tersebut harus disesuaikan dengan filosofis dari pendidikan (beajar mengajar) di dalam kelas. Fungsi kelas sebenarnya merupakan penerapan-penerapan fungsi-fungsi manajemen yang di aplikasikan di dalam kelas oleh guru untuk mendukung tujuan pembelajaran yang hendak di capainya. Dalam pelaksanaanya fungsi-fungsi manajemen tersebut harus disesuaikan dengan dasar filosofis dari pendidikan (belajar, mengajar) di dalam kelas). Menurut pemaparan Suhardan dkk, (2009:115) :
Merencanakan 
Membuat suatu target-target yang akan dicapai atau diraih dimasa depan. Perencanaan berarti pekerjaan guru untuk menyusun tujuan belajar yang meliputi :
Memperkirakan tuntutan
Merumuskan tujuan dalam silabus kegiatan instruksional
Menentukan urutan topic
Topic yang harus dipelajari
Mengalokasikan waktu yang telah tersedia, dan menganggarkan sumber-sumber yang diperlukan oleh guru.
Mengorganisasikan
Menetukan sumber daya dan kegiatan yang dibuthkan untuk mencapai tujuan orgaisasi.
Merancang dan mengembangkan kelompok kerja yang beriisi orang yang mampu membawa organisasi pada tujuan.
Menugaskan seseorang atau kelompok orang dalam suatu tanggung jawab dan fungsi tertentu.
Mendelegasikan wewenang kepada individu yang berhubungan dengan keleluasan melaksanakan tugas.
Mereka juga menjelaskan bahwa dalam manajemen kelas mengorganisasikan yaitu pekerjaan seorang guru untuk mengatur dan menghubungkan sumber-sumber belajar, sehingga dapat mewujudkan tujuan belajar dengan cara yang paling efektif, efisien dan ekonomis.
Di dalam kelas memimpin merupakan pekerjaan seorang guru untuk memberikan motivasi, dorongan dan menstimulasikan siswa untuk tetap terus belajar, sehingga mereka akan menjadi siap untuk mewujudkan tujuan belajar.
Mengawasi (controlling), adalah pekerjaan seorang guru untuk menentukan apakah fungsinya dalam mengorganisasikan dan memimpin di atas telah berhasil dalam mewujudkan tujuan yang telah dirumuskan. Jika tujuan belum dapat di wujudkan, maka guru harus menilai dan mengatur kembali situasi pembelajarannya bukan mengunah tujuannya. 
Jadi dapat di simpulkan bahwa fungsi manajemen kelas itu adalah untuk menciptakan serta terpelirahanya kondisi kelas yang optimal untuk dapat terus melaksanakan pembelajaran, sehingga apabila fungsi manajemen kelas sudah terlaksana dengam baik maka tujuan pembelajaran akan mudah tercapai. 
Prinsip-prinsip Manajemen Kelas
Muhaimin (2002:137-144) mengemukakan bahwa prinsip-prinsip manajemen kelas adalah sebagai berikut:
Prinsip Kesiapan (Readiness)
Kesiapan belajar ialah kematangan dan pertumbuhan fisik, psikis, intelegensi, latar belakang pengalaman, hasil belajar yang baku, motivasi, persepsi dan faktor-faktor lain yang memungkinkan seseorang dapat belajar.
Prinsip motivasi (motivation)
Motivasi adalah tenaga pendorong atau penarik yang menyebabkan adanya tingkah laku kea rah suatu tujuan tertentu. Adanya motivasi pada peserta didik maka akan bersunggih-sungguh menunjukkan minta, memounyai perhatian, dan rasa ingin tahu yang kuat untuk ikut serta dalam kegiatan belajar mengajar, berusaha keras dan memberikan waktu yang cukup untuk melakukan kegiatan tersebut serta terus bekerja sampai tugas-tugas tersebut terselesaikan.
Prinsip Perhatian
Perhatian merupakan suatu strategi kognitif yang mencakup empat keterampilan yaitu berorientasi pada suatu masalah, meninjau sepintas isi masalah, memusatkan diri pada aspek-aspek yang relevan dan mengabaikan stimuli yang tidak relevan. Dalam proses pembelajaran perhatian merupakan faktor yang besar pengaruhnya.
Prinsip Persepsi
Prinsip umum yang perlu diperhatikan dalam menggunakan persepsi adalah :
Makin baik persepsi mengenai sesuatu makin mudah peserta didik belajar mengingatsesuatu tersebut.
Dalam pembelajaran perlu di hindari persepsi yang salah karena hal ini akan memberikan pengertian yang salah pula pada peserta didik tentang apa yang dipelajarai.
Dalam pembelajaran perlu di upayakan berbagai sumber beajar yang dapat mendekati benda sesungguhnya sehingga peserta didik memperoleh persepsi yang lebih akurat.
Prinsip Retensi 
Retensi adalah apa yang tertinggal dan dapat di ingat kembali setelah seseorang mempelajari sesuatu dengan retensi membuat apa yang dipelajari dapat betahan atau tertinggal lebih lama dalam struktur kognitif dan dapat di ingatkan kembali jika di perlukan. Karena itu retensi sangat menentukan hasil yang di peroleh peserta didik dalam proses pembelajaran.
Prinsip transfer
Merupakan suatu proses dimana sesuatu yang pernah dipelajari dapat mempengaruhi proses dalam mempelajari sesuatu yang baru. Dengan demikian transfer berarti pengaitan pengetahuan yang sudah dipelajari dengan pengetahuan yang baru di pelajari. Dengan demikian transfer berarti pengaitan pengetahuan yang sudah dipelajari dengan pengetahuan yang baru dipelajari.
Pendekatan sosial-emosional
Merupakan suatu proses menciptakan iklim atau suasana emosianal dan hubungan sosial yang positif dalam kelas. Artinya ada hubungan baik yang positif antara guru dengan siswa, serta hubungan antar siswa.
Pendidikan kerja kelompok
Dalam manajemen kelas sebagai suatu sistem sosial, dimana proses kelompok merupakan yang paling utama. Peranan guru adalah mengusahakan agar perkembangan dan pelaksanaan proses kelompok itu efektif.
Pendekatan elektis atau pluralistic
Pendekatan elektis menekankan pada potensi kreatifitas dan insiatif dari wali/guru kelas untuk memilih berbagai pendekatan yang tepat dalam berbagai pendekatan yang tepat dalam berbagai situasi yang di hadapi di kelas.
Pendekatan teknologi dan informasi
Pendidkan teknologi dan informasi dalam manajemen kelas berasumsi bahwa pembelajaran tidak cukup hanya dengan kegiatan ceramah dan transfer pengetahuan, bahwa pembelajaran yang modern perlu memanfaatkan penggunaan teknologi computer saja, guru juga berkepentingan untuk memilih dan menentukan teknologi dan informasi apa yang di butuhkan. Pembelajaran berbasis teknologi dan informasi akan mempermudah proses pembelajaran.




REFERENSI
Https://books.google.co.id/books

Kamis, 15 April 2021

Manajemen Pendidikan

Nama : Lindri Lestari
Nim : 11901199
Kelas : PAI 4 F

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh...
Alhamdulillah Alhamdulillah Alhamdulillahirobbil'alamin puji syukur kepada Allah SWT pada hari ini saya pertama kali mengetik di blog😊
Pada kali ini saya ingin berbagi atau bisa dikatakan melaporkan bacaan saya tentang Manajemen Pendidikan dimana ketikan ini untuk memenuhi tugas mata kuliah Magang 1.

Semoga bermanfaat,,
Langsung saja ke materinya,,,

-Manajemen Pendidikan 
Sebelum lebih jauh alangkah baiknya kita mengetahui dulu apa itu manajemen dan pendidikan. Baiklah dimulai dari manajemen, dimana manajemen itu sendiri berasal dari bahasa latin yaitu "manus" yang berarti tangan dan "agere" yang berarti melakukan, dan jika digabungkan menjadi "managere" yang berarti mengatur, menangani dan mengontrol sesuatu agar sesuai dengan apa yang di inginkan. Sedangkan Pendidikan itu berasal dari bahasa Yunani yaitu paidagogia yang berarti bimbingan terhadap anak-anak. Istilah ini berasal dari kata paedos yang berarti anak dan agogos yang berarti saya membimbing atau memimpin.

Karena kita sudah tau setelah membaca apa itu manajemen dan apa itu pendidikan selanjutnya kita kaitkan antara manajemen dengan pendidikan,,,

Nah, Manajemen pendidikan itu sendiri adalah proses yang perlu diterapkan dalam dunia pendidikan dengan cara memanfaatkan sumber daya yang ada dan menggunakan fungsi-fungsi manajemen agar tercapainya tujuan dari pendidikan secara efektif dan efisien.

- Unsur-unsur Manajemen Pendidikan
Dimana unsur manajemen itu sendiri terdiri dari " 7M+1I" Menurut Usman (2009) dan Henry Fayol 6 M yaitu :
1. Man (Manusia)
2. Material (Barang)
3. Machine (Mesin)
4. Money (Uang)
5. Method (Metode)
6. Market (Pasar)
7. Minute (waktu)

- Tujuan dan Manfaat Manajemen Pendidikan
Dimana tujuan dan manajemen itu adalah agar anak- anak atau peserta didik bisa aktif bar inovasi  dalam mengembangkan potensi yang ada dalam dirinya yang bernamanfaat dalam terwujudnya proses belajar mengajar dalam pembelajaran.

- Pembagian Manajemen
1. Manajemen puncak (Top Management)
2. Manajemen Menengah (Middle Management (
3. Manajemen Pelaksana (Operating Management)

-Komposisi Keterampilan Manajemen
1. Keterampilan teknik (Technical Skills)
2. Keterampilan Manusiawi (Human Skills)
3. Keterampilan Konseptual (Conceptual Skills)

Menurut Baharuddin (2010: 55) ruang lingkup manajemen pendidikan antara lain sebagai berikut :
1. Manajemen Kurikulum
2. Manajemen Personalia
3. Manajemen Peserta Didik
4. Manajemen Sarana dan Prasarana
5. Manajemen keuangan/ pembiayaan
6. Manajemen Administrasi
7. Manajemen Humas 
8. Manajemen Layanan Khusus

Sekian dari saya 
Kurang lebihnya saya mohon maaf
Waalohul Muafiq ila Aqwamithariq 
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Sumber
KRISTIAWAN. Muhammad
Manajemen Pendidikan/oleh Muhammad Kristiawan. dkk.--Ed.1, Cet.1--Yogyakarta: Deepublish, Februari 2017.
XII. 172 blm.; UK:17.5x25 cm
ISBN 978-Nomor ISBN

SISTEM EVALUASI

Nama : Lindri Lestari (11901199) Kelas : PAI 4 F Dosen : Farninda Aditya,M.Pd Pengertian Evaluasi Pembelajaran Evaluasi pembelajaran adalah ...